Memulai Sebuah Website Part 1: Blogger.com sebagai website!

Saat menghadapi klien dalam pembuatan website, sudah teramat sering saya mendapati klien yang bingung hendak memulai websitenya dari mana dulu.

Ya... mau bikin website tapi bingung dari mana hendak ke mana.


Satu contoh, salah seorang klien saya, seorang anak muda, mahasiswa S2 konsentrasi penyiaran yang dulu pernah magang bersama tim Khazanah di Trans7, menghubungi saya via telepon lalu ngobrol banyak via Whatsapp.

Dia ingin sekali membuat website yang mirip dengan "Dream," salah satu website dengan genre islamic lifestyle terkemuka yang masih di bawah bendera "Kapanlagi Group."

"Saya ada budget sekian juta," katanya menyebut satu angka di bawah 10 juta. "Bisa tidak dibuatkan website seperti itu?"

Maka saya sampaikan bahwa membuat website di masa sekarang sebenarnya mudah dan tidak perlu anggaran besar. Ya, saya setuju bahwa kita akan berkompetisi dengan "Dream" yang kita tahu dikelola dengan budget sangat besar, tapi bukan berarti tidak ada kesempatan, bahkan banyak kesempatannya.

Jadi saya mau tanya dulu, berikut pertanyaan (macam check list):

  • Website apa yang hendak anda buat? Blog? Microblog? NewsPortal? Marketplace? Portofolio? Personal? Online School? atau yang lain?
  • Website yang akan dibuat statis atau dinamis?
  • Website anda untuk jangka panjang atau jangka pendek?
  • Seberapa besar usaha yang akan dicurahkan untuk website anda?

Karena klien kita hendak bikin portal berita, dinamis, responsive (bisa tampil di platform apapun tanpa kendala), dengan tujuan jangka panjang dan tim yang siap, maka saya jawab: ini yang paling mudah! Kita pakai Blogspot!

Dia shock, melongo. Yang bener aja, mau bersaing lawan "Dream" engine-nya cuma Blogspot?

Hehehe...

Jangan kaget jangan bingung, saya ajukan beberapa pertanyaan lagi untuk menjawabnya (menjawab pertanyaan dengan jawaban). Simak yang berikut:

  • Apakah anda punya budget 50 juta ke atas? Jawabannya: Tidak.
  • Apakah anda punya pengetahuan teknis pengelolaan server yang mumpuni? Jawabannya: Tidak.
  • Apakah anda bersedia membayar mahal seorang webmaster handal untuk menjaga website anda? Jawabannya: Tidak.

Kalau semua jawabannya adalah tidak, maka semestinya kita sadar bahwa ini macam Dawud VS Jalut.

Jadi, bolehlah "Dream" punya budget raksasa, sementara kita hanya budget kelas kancil, tapi yang menjadi kunci dalam pertempuran bukan itu. Sebab pengelolaan website kembali kepada niat awalnya. Kalau memang mau bikin portal berita, maka yang ditajamkan adalah kontennya, bukan wadahnya.

So, Blogspot punya banyak kelebihan. Daaan, tentu juga keterbatasannya.

Kelebihannya:

  • Gratis.
  • Keamanan terjamin (karena termasuk salah satu layanan Google).
  • Tidak perlu rekrut ahli IT hebat untuk menjalankannya.
  • Template banyak dan mudah dimodifikasi.

Kekurangannya:

  • Data berada di server Google yang perlu diback-up rutin. Kalau sampai didelete Google dan tak ada cadangan data... It's Armageddon for you.
  • Tidak mendukung multi member, sehingga jelas bukan untuk website yang bisa menerima pendaftaran member seperti Marketplace, Online School, Media Sosial dan yang semacamnya.
  • Plugin terbatas.

Ada banyak macam pro dan kontra penggunaan Blogspot sebagai portal berita, tapi saya sampaikan, kalau budgetnya cekak, masih start-up, tim sedikit, gaji masih byar pet, maka Blogspot adalah senjata terbesar untuk bisa bersaing dengan "Dream."

Apalagi, website-website dunia semuanya menggunakan kekuatan Google Search. Sehebat apapun suatu website, dia akan berharga kalau menempati rangking satu di Google. Kalau, tidak... End game dah.

Akhirnya dia menerima saran saya. Jadi, anggap saja Blogspot ini macam start-up, meningkat sedikit demi sedikit, memperbaiki layanan ke arah yang lebih baik, viralisasi posting yang konsisten, dengan tujuan mengarahkan arus pengunjung internet ke website.

Lebih baik menyewa buzzer masif dari pada seorang doktor ahli website yang gengsi untuk share konten di website tersebut.

Kala nanti arus pengunjung meningkat pesat dan butuh peningkatan layanan macam-macam seperti membership, promotional content, dan lain sebagainya. Barulah kita pikirkan untuk menyewa hosting, atau menyewa VPN, atau kalau perlu co-location.

Toh, "portal piyungan" yang kesohor itu juga hanya berbasis Blogspot. Nggak penting mesinnya apa, yang penting kontennya bagus, bermanfaat, ranknya tinggi dan menghasilkan fulus dari iklan secara masif.

Itu kan tujuannya?

Kali lain, saya akan bahas tentang macam-macam website satu per satu.

No comments:

Post a Comment